Lamongan – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISDA Lamongan kembali menghadirkan kegiatan internasional yang inspiratif melalui kegiatan Cross Culture bersama mahasiswa Southern Leyte State University (SLSU) Filipina. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk saling mengenal budaya, tradisi, dan kebiasaan masing-masing negara dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini ber;angsung pada Kamis, 7 Mei 2026 bertempat di depan kantor FKIP UNISDA Lamongan.
Acara berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan menarik yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia dan Filipina. Mahasiswa dari kedua negara saling memperkenalkan budaya daerah, mulai dari kebiasaan masyarakat, bahasa, makanan khas, hingga nilai-nilai tradisional yang masih dijaga hingga saat ini. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi pertukaran jajanan tradisional. Mahasiswa Indonesia memperkenalkan berbagai makanan ringan khas Nusantara. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya menikmati cita rasa khas masing-masing negara, tetapi juga memahami filosofi dan keunikan budaya yang terkandung di dalamnya.
Tidak hanya itu, suasana semakin seru ketika peserta bersama-sama memainkan permainan tradisional dari Indonesia dan Filipina. Gelak tawa dan antusiasme terlihat selama permainan berlangsung. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa budaya tradisional tetap mampu menghadirkan kebersamaan dan mempererat hubungan antarbangsa di tengah perkembangan era modern.
Kegiatan Cross Culture ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman lintas budaya, menumbuhkan rasa toleransi, serta mempererat hubungan persahabatan antara mahasiswa FKIP UNISDA Lamongan dan SLSU. Selain menjadi sarana pembelajaran budaya, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam membangun komunikasi internasional dan kolaborasi global. Melalui kegiatan seperti ini, FKIP UNISDA Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berwawasan internasional, sekaligus memperkuat karakter mahasiswa yang terbuka terhadap keberagaman budaya dunia.

