Lamongan, 18 September 2021, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyelenggarakan kegiatan Kajian Sastra Anak dengan menghadirkan narasumber, Dr. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. dosen UIN Purwokerto. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa PBSI sebagai bagian dari upaya memperkaya pemahaman dan wawasan akademik dalam bidang sastra, khususnya karya sastra yang ditujukan untuk anak.
Dalam pemaparannya, Dr. Heru Kurniawan menekankan bahwa sastra anak memiliki posisi penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan imajinasi, serta memperkenalkan nilai-nilai moral sejak dini. Ia juga menjelaskan bahwa sastra anak tidak sekadar cerita sederhana, melainkan karya yang dirancang untuk memberikan pengalaman estetik sekaligus pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.
“Sastra anak adalah media yang menyenangkan untuk belajar. Melalui cerita, anak-anak dapat memahami kehidupan, mengenal budaya, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebaikan. Oleh karena itu, calon pendidik dan pemerhati sastra harus mampu memahami karakteristik sastra anak dengan baik,” ungkap Dr. Heru.
Selain paparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan seputar perkembangan sastra anak di Indonesia, peran guru dalam mengajarkan sastra anak di sekolah, hingga strategi menulis cerita anak yang sesuai dengan perkembangan psikologi anak. Diskusi tersebut berlangsung dinamis dan memberikan wawasan baru bagi peserta.
Kegiatan kajian ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa PBSI untuk memperdalam pemahaman mereka tentang kajian sastra anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman praktis yang bisa diterapkan dalam pembelajaran di sekolah maupun karya tulis kreatif.
Dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, PBSI terus berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan akademik yang bermanfaat. Kajian sastra anak ini diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk lebih mencintai dunia sastra, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan literasi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di era modern.