Lamongan, 15 November 2022, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP mendapatkan kesempatan berharga melalui kegiatan Perkuliahan Tamu dengan materi Jurnalistik. Acara ini menghadirkan pakar komunikasi sekaligus akademisi, Dr. H. Samsyul Gufron, sebagai pemateri utama.
Perkuliahan tamu ini diselenggarakan untuk memperluas wawasan mahasiswa PBSI mengenai dunia jurnalistik, yang tidak hanya relevan dengan dunia kepenulisan dan media, tetapi juga penting untuk mendukung keterampilan literasi, komunikasi, dan penyampaian informasi di era digital.
Dalam penyampaiannya, Dr. Samsyul Gufron menegaskan bahwa jurnalistik merupakan keterampilan yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta integritas. Menurutnya, calon pendidik maupun praktisi bahasa perlu memahami dasar-dasar jurnalistik agar mampu mengajarkan literasi media kepada generasi muda sekaligus memanfaatkan media sebagai sarana edukasi.
“Menulis berita bukan sekadar melaporkan fakta, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan informasi yang akurat, objektif, dan mudah dipahami masyarakat. Etika jurnalistik harus selalu menjadi pegangan utama,” tegasnya.
Mahasiswa PBSI menyambut antusias kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari teknik menulis berita yang efektif, strategi menghadapi era digitalisasi media, hingga peluang kerja di bidang jurnalistik bagi lulusan pendidikan bahasa dan sastra. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan wawasan praktis yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa.
Selain pemaparan materi, mahasiswa juga diajak untuk menganalisis contoh teks berita, memahami struktur penulisan, serta membandingkan gaya bahasa jurnalistik dengan bahasa sastra. Dengan pendekatan ini, mahasiswa mampu melihat keterkaitan antara teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, PBSI FKIP berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan zaman. Perkuliahan tamu tentang jurnalistik diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan literasi media yang dibutuhkan di dunia kerja maupun dalam pengembangan profesi kependidikan.