Lamongan, 9 November 2023, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP menggelar Seminar Bahasa Arab Melayu di gedung Pascasarjana. Kegiatan ini menghadirkan narasumber sekaligus akademisi bidang bahasa, Abdullah Faizin, M.Pd., yang membahas secara mendalam sejarah, perkembangan, dan relevansi bahasa Arab Melayu dalam dunia sastra dan budaya.
Seminar berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Mahasiswa PBSI mendapatkan pemahaman bahwa bahasa Arab Melayu, atau yang dikenal juga dengan aksara Jawi, merupakan salah satu warisan literasi yang berpengaruh besar di Nusantara. Bahasa ini tidak hanya digunakan dalam konteks keagamaan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi sosial, penyebaran ilmu pengetahuan, hingga media karya sastra.
Dalam paparannya, Abdullah Faizin, M.Pd. menegaskan bahwa kajian Arab Melayu penting dipahami mahasiswa sastra agar mereka tidak tercerabut dari akar sejarah literasi bangsa. “Melalui bahasa Arab Melayu, kita dapat menelusuri jejak intelektual para ulama dan cendekiawan terdahulu, sekaligus menjadikannya rujukan dalam mengembangkan literasi modern,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif. Mahasiswa PBSI mengajukan berbagai pertanyaan seputar posisi Arab Melayu di era digital, prospek penelitian naskah, serta relevansinya dalam pembelajaran bahasa. Antusiasme semakin meningkat ketika pemateri menunjukkan contoh naskah Arab Melayu yang menjadi bukti nyata kekayaan literasi Nusantara.
Melalui seminar ini, mahasiswa PBSI FKIP diharapkan semakin sadar akan pentingnya memelihara tradisi literasi lama, sekaligus mampu mengintegrasikannya dengan tantangan akademik masa kini. Seminar ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami bahasa, sastra, dan budaya Nusantara secara lebih komprehensif.