UNISDA Resmikan Laboratorium Kampus Berdampak: Integrasi Humaniora dan Sains di Tepi Angel Lake

Rumput pagi itu tampak lebih hijau dari biasanya. Mungkin karena hujan semalam, atau barangkali karena hari ini ia menjadi saksi bisu lahirnya sebuah inisiatif monumental: Laboratorium Kampus Berdampak Universitas Islam Darul ‘Ulum Lamongan (UNISDA). Bukan sekadar laboratorium biasa, melainkan ruang baru bagi gagasan, eksperimen, dan kolaborasi lintas ilmu—sebuah simbol kecil dari cita-cita besar: kampus yang benar-benar memberi dampak.

Diresmikan langsung oleh Rektor UNISDA, M. Hafidh Nashrullah, MM, di hadapan lebih dari seribu mahasiswa, dosen, dan pimpinan kampus, laboratorium ini berdiri megah di samping Danau Angel Lake yang tenang. Dua gazebo—Humaniora dan Sains—menjadi pusat dari laboratorium ini. Keduanya tidak hanya berbeda nama, tapi juga mewakili dua pendekatan yang saling mengisi: yang satu menimbang nilai, yang lain menghitung logika.

“Laboratorium ini adalah wujud dari semangat DIKTISAINTEK—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kita ingin kampus tidak hanya berpikir, tapi juga bekerja. Tidak hanya ada, tapi berdampak,” ujar Rektor Hafidh dalam pidatonya. Ia menegaskan bahwa integrasi antara ilmu pengetahuan dan kemanusiaan kini bukan hanya ideal, tapi keharusan.

Gazebo Humaniora dikhususkan bagi aktivitas intelektual yang berkaitan dengan nilai-nilai, budaya, agama, sejarah, dan filsafat. Di sisi lain, gazebo Sains akan menjadi tempat berkumpulnya ide-ide inovatif dalam bidang teknologi, sains terapan, hingga kecerdasan buatan. Dua ruang ini berdiri berdampingan ibarat dua sisi otak manusia, atau dua pilar peradaban yang saling menguatkan.

Keberadaan laboratorium ini juga menegaskan peran UNISDA sebagai kampus yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menggerakkan. Di balik ukurannya yang tak sebesar kampus metropolitan, UNISDA justru tampil dengan idealisme yang kuat: perubahan bisa lahir dari tempat sederhana yang berpikir besar.

Laboratorium Kampus Berdampak menjadi salah satu bentuk nyata transformasi UNISDA menuju universitas yang inklusif, reflektif, dan inovatif. Di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi, UNISDA menegaskan diri sebagai bagian dari gerakan nasional untuk menghadirkan kampus yang relevan dengan tantangan zaman.

Karena di tepi danau yang tenang itu, UNISDA sedang menyiapkan gelombang perubahan. Bukan dengan gegap gempita, tetapi dengan ketekunan, kolaborasi, dan keyakinan bahwa ilmu dan iman, teknologi dan budaya, bisa bersatu. Bahkan, harus bersatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *