Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan turut mengambil bagian dalam Gelar Karya Produk Inovasi yang menjadi penutup program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM). Pada kegiatan ini, sebanyak 76 produk inovasi karya mahasiswa dipamerkan, mencerminkan beragam solusi nyata untuk penguatan ekonomi dan budaya masyarakat desa mitra.
Ragam Inovasi yang Memukau
Beberapa produk yang menarik perhatian tim Asesmen Lapangan (AL) antara lain:
- Aplikasi E-Commerce Desa: Memudahkan pemasaran daring produk UMKM lokal.
- Olahan Buah Sawo: Selai, keripik, hingga minuman segar khas Desa Drajat.
- Teknologi Pertanian: Drone sprayer dan mesin pengolah limbah organik jadi pupuk cair.
- Produk Kuliner Lokal: Sambal ikan asap dari Desa Centini, keripik daun kelor bernutrisi, dan minuman herbal empon-empon.
- Kemasan Ramah Lingkungan: Dibuat dari limbah daun.
- Kerajinan Kreatif: Tas anyaman serat pandan dan hiasan dinding dari limbah kayu, mengusung estetika sekaligus keberlanjutan.
Nilai Tambah dari FKIP
Sebagai Fakultas yang mendidik calon pendidik dan inovator masa depan, FKIP berperan penting dalam:
- Mengembangkan Pendekatan Pendidikan Berbasis Kontekstual
Mahasiswa didorong mengimplementasikan ilmu pedagogik dengan menciptakan media pembelajaran atau inovasi edukatif yang selaras dengan kebutuhan desa. - Memperkuat Kolaborasi Lintas Disiplin
Produk yang lahir bukan hanya sekadar inovasi teknologi atau kuliner, tapi juga simbol sinergi antara ilmu pendidikan, seni, budaya, dan lingkungan. - Mendorong Kemandirian Desa Mitra
Melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan, FKIP turut berkontribusi pada transformasi desa sebagai desa mandiri dan berkelanjutan.
Testimoni dan Harapan
Rektor Unisda, Muhammad Hafidh Nashrullah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas mahasiswa KKN yang menumbuhkan solusi nyata dalam masyarakat lokal dan juga menembus batas internasional. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan KKN bukan semata-mata tugas akademik, melainkan sarana transformasi sosial dan budaya yang relevan dengan visi kampus berdampak.
Para kepala desa yang menjadi mitra pun mengakui bahwa manfaat dari karya mahasiswa FKIP dan lintas fakultas “tidak sekadar ide, melainkan solusi riil” yang menyentuh sektor ekonomi, pendidikan, teknologi, dan lingkungan.
Pesan FKIP untuk Mahasiswa dan Publik
- FKIP menegaskan bahwa inovasi harus berakar pada kebutuhan masyarakat, reflektif, dan berkelanjutan.
- Keterlibatan mahasiswa dalam pengayaan kompetensi melalui pendampingan KKN menjadi bukti bahwa pendidikan profesional adalah jembatan antara teori dan aksi nyata.
- FKIP berkomitmen mendorong mahasiswa menciptakan solusi kreatif—baik dalam bentuk produk, program pendidikan, maupun media pembelajaran—yang menjawab tantangan nyata sekaligus memperkuat identitas budaya dan kemandirian desa.